Profil Kantor Hukum Papan Atas Indonesia: Makes & Partners (3)
Daftar Isi
- Peta Kekuatan di Lembaga Pemeringkat Internasional
- 1. Chambers and Partners (Edisi 2026)
- 2. IFLR1000 (Edisi 2025)
- 3. The Legal 500 Asia Pacific (2026)
- Rekam Jejak “The Firsts” dan Portofolio Transaksi Kakap
- 1. Konsolidasi M&A dan Sektor Agribisnis (2024–2025)
- 2. Pasar Modal Ekuitas dan Pendanaan Berwawasan Lingkungan
- 3. Sektor Perbankan dan Transisi Energi
- Para Star Lawyers: Kekuatan Personel di Meja Perundingan
Dunia hukum bisnis (corporate law) di Indonesia diisi oleh langkah-langkah strategis bernilai miliaran dolar. Di balik akuisisi megah, pendanaan startup, hingga restrukturisasi utang raksasa, ada tangan dingin para pengacara korporat dari kantor hukum papan atas. Untuk memetakan siapa saja penguasa pasar hukum bisnis ini, para pelaku industri global selalu berpaling pada tiga lembaga pemeringkat internasional seperti Chambers and Partners, The Legal 500, dan IFLR1000.
Dalam peta persaingan tersebut, Makes & Partners berdiri di kasta tertinggi sebagai firma yang tidak hanya memahami pasal demi pasal, tetapi juga kalkulasi bisnis di laporan keuangan. Didirikan pada tahun 1993 oleh Dr. Yozua Makes, kantor hukum papan atas ini menolak untuk sekadar menjadi pencatat dokumen legalitas. Mereka memosisikan diri sebagai penasihat strategis dengan filosofi utama bahwa menyelesaikan masalah hukum berarti harus melihat lebih jauh dari sekadar mengetahui teks undang-undang.
Keunggulan absolut Makes & Partners semakin berlipat ganda karena mereka merupakan bagian dari aliansi strategis terintegrasi bersama WongPartnership LLP, salah satu kantor hukum terbesar di Singapura. Jaringan ini memberikan mereka otot regional untuk mengeksekusi transaksi lintas batas (cross-border) secara mulus di pusat-pusat finansial utama Asia. Ditambah aliansi domestik dengan Lubis Santosa & Mitra untuk memperkuat lini litigasi, Makes & Partners menjadi salah satu kekuatan paling efisien di industri dengan tingkat keberhasilan penyelesaian transaksi mencapai lebih dari 95%.
Peta Kekuatan di Lembaga Pemeringkat Internasional
Konsistensi Makes & Partners diakui secara global melalui posisi puncak (Tier 1) pada lini spesialisasi utama mereka, terutama dalam hukum pasar modal dan keuangan.
1. Chambers and Partners (Edisi 2026)
- Capital Markets (Band 1 / Posisi Puncak)
- Corporate / M&A (Band 2)
2. IFLR1000 (Edisi 2025)
- Capital Markets: Equity (Tier 1)
- Capital Markets: Debt (Tier 1)
- M&A (Tier 2)
- Restructuring and Insolvency (Tier 2)
3. The Legal 500 Asia Pacific (2026)
- Capital Markets (Tier 1)
- Corporate and M&A (Tier 2)
Lembaga internasional bahkan menobatkan Dr. Yozua Makes ke dalam daftar elite Hall of Fame serta Eminent Practitioner, sebuah penegasan atas gravitas politik dan ekonomi yang dimilikinya di pasar Asia.
Rekam Jejak “The Firsts” dan Portofolio Transaksi Kakap
Dalam dunia korporasi Indonesia, Makes & Partners dikenal sebagai firma pencetak sejarah karena kerap merancang struktur hukum untuk produk komersial yang belum pernah ada presedennya. Mereka adalah arsitek di balik dual-listing BUMN pertama di New York Stock Exchange dan NASDAQ pada tahun 1995, IPO Real Estate Investment Trust (REIT) pertama perusahaan Indonesia di bursa Singapura pada 2006, hingga transaksi go-private perdana di bawah regulasi ketat OJK terbaru melalui kasus PT Bentoel International Investama.
Berikut adalah penetrasi portofolio terbaru mereka yang membuktikan mengapa tarif per jam (hourly rate) firma ini dihargai di kisaran USD 350 hingga USD 650:
1. Konsolidasi M&A dan Sektor Agribisnis (2024–2025)
Pada awal tahun 2025, Makes & Partners memimpin salah satu akuisisi paling strategis di sektor agribisnis saat mengawal PT Ciliandra Perkasa untuk mencaplok 91,17% saham pengendali di perusahaan terbuka PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT). Mereka juga berada di balik mega-penjualan saham lintas batas produsen kertas kemasan PT Fajar Surya Wisesa Tbk ke raksasa Thailand, Siam Kraft Industry Co. Ltd.
Ketajaman taktis mereka juga masuk ke sektor konsumsi harian publik. Salah satu transaksi ikonik yang mereka kawal adalah akuisisi yang dilakukan oleh anak usaha Djarum Group terhadap PT Griya Miesejati, yang merupakan induk perusahaan dari jaringan restoran legendaris Bakmi GM.
2. Pasar Modal Ekuitas dan Pendanaan Berwawasan Lingkungan
Reputasi mereka sebagai penguasa hukum pasar modal terlihat dari keterlibatan mereka sebagai penasihat hukum perbankan dalam mega-IPO Mitratel senilai USD 1,32 miIiar, yang menjadi investasi perdana dari Sovereign Wealth Fund Indonesia (INA). Mereka juga mengawal IPO PT Global Digital Niaga (Blibli) yang mencatatkan diri sebagai salah satu IPO terbesar dalam sejarah bursa efek domestik. Di lini pembiayaan hijau, tim ini sukses mengeksekusi penerbitan Green Bonds tahap pertama untuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk senilai ratusan juta dolar.
3. Sektor Perbankan dan Transisi Energi
Ketika OJK memperketat aturan modal inti minimum perbankan, Makes & Partners turun tangan membantu penataan internal Bank Victoria Group melalui pengalihan saham ke Bank Victoria Syariah. Di sisi lain, mereka juga menjadi penasihat hukum PT Kalibiru Energi Lestari (induk Medco Energy) saat mengambil alih anak-anak usaha PT TBS Energi Utama Tbk sebagai bagian dari langkah agresif dekarbonisasi dan percepatan penghentian batu bara di Indonesia.
Para Star Lawyers: Kekuatan Personel di Meja Perundingan
Kekuatan utama dari corporate law firm ini terletak pada konsentrasi talenta senior yang memiliki pemahaman mendalam tentang ekosistem regulasi OJK dan Bursa Efek Indonesia.

- Dr. Yozua Makes: Pendiri yang memegang posisi strategis sebagai Komisaris Bursa Efek Indonesia, anggota South East Asia Advisory Panel dari Temasek Holdings, serta pendiri Sovereign Wealth Fund Indonesia. Seorang klien memberikan kesaksian langsung di jurnal Chambers Asia-Pacific: “Yozua Makes adalah salah satu pengacara terkemuka di bidang ini, dengan gravitas, pengetahuan, dan jaringan luas untuk mendorong hasil komersial.”
- Iwan Setiawan: Senior Partner spesialis hukum pasar modal yang juga merupakan mantan Ketua Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM) periode 2021–2024. Di mata para pelaku industri, ia dikenal sangat cepat membaca struktur keuangan. Kutipan langsung dari klien di dokumen pemeringkat IFLR1000 menegaskan: “Iwan Setiawan adalah salah satu pengacara jenius dan berpikir cepat di Indonesia. CEO dan CFO kami sangat suka bekerja dengannya karena dia memiliki kemampuan berpikir cepat dan memahami masalah keuangan dengan sangat baik.”
- Fransisca: Partner senior yang diakui sebagai Highly Regarded Lawyer oleh IFLR1000 dan sempat dinobatkan sebagai Dealmaker of the Year tingkat Asia Tenggara. Keahliannya berpusat pada penanganan dokumentasi transaksi publik yang rumit dan memerlukan detail kepatuhan yang ketat.
Kombinasi antara tingkat penyelesaian transaksi yang nyaris sempurna, keterlibatan aktif para partner di posisi regulator, serta fleksibilitas jaringan WongPartnership Singapura menjadikan Makes & Partners opsi utama bagi korporasi yang mengutamakan kecepatan eksekusi dan keamanan regulasi di Indonesia.
