Skandal Investasi Dapur MBG: Malinda Dee Terseret Kasus Dugaan Penipuan Rp12 Miliar Skenario Dana Swasta
Daftar Isi
Nama mantan bankir kakap Malinda Dee kembali mencuat dalam pusaran kasus hukum nasional. Dilansir dari Tempo.co, perempuan yang sempat mengguncang industri perbankan pada 2011 silam itu kini ikut terseret dalam skandal dugaan penipuan dan penggelapan dana investasi proyek dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai total Rp12 miliar yang melibatkan pasangan suami-istri pengusaha, Nofalia dan Heikal Safar.
Kasus ini telah bergulir ke ranah hukum setelah dua pengusaha nasional, Elfi Salim (pemilik PT Gunung Muncul Abadi) dan Andrew Buntoro, melayangkan gugatan perdata sekaligus melaporkan para terlapor secara pidana ke Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya).
Modus Surat Perintah Kerja Kementerian dan Iming-Iming Proyek MBG
Pusaran kasus ini bermula pada hulu operasional pengoperasian dapur MBG yang diklaim belum menyerap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Direktur Utama PT Bin Thalib Berkah Abadi, Nofalia, bersama suaminya, Heikal Safar, diduga memutar skenario investasi swasta untuk menutupi kekurangan dana awal operasional. Menurut Heikal, suntikan dana pribadi senilai Rp110 miliar dari Presiden Prabowo Subianto pada saat itu tidak mencukupi untuk membiayai infrastruktur dapur.
Guna menggaet modal dari luar, Heikal meminta bantuan Malinda Dee untuk mencari investor tambahan. Berbekal Surat Perintah Kerja (SPK) bertanggal 1 Agustus 2024 yang diklaim diterbitkan oleh salah satu kementerian, Nofalia dan Heikal dibantu Malinda berhasil meyakinkan Elfi Salim dan Andrew Buntoro untuk menanamkan modal masing-masing sebesar Rp6 miliar untuk proyek pengadaan susu dan food tray (ompreng) dapur MBG.
Namun, hingga akhir tahun 2024, janji pengembalian modal beserta keuntungan tinggi yang dijanjikan menguap begitu saja. Penasihat hukum kedua korban, Dian Amalia, menegaskan bahwa meski kliennya tidak saling mengenal, mereka mengalami modus penipuan yang serupa. “Tapi sama-sama jadi korban. Uang investasi tidak dikembalikan,” ujar Dian Amalia.
Menyeret Petinggi BGN dan Rekam Jejak Kelam Malinda Dee
Skenario untuk meyakinkan para investor diduga dirancang dengan matang. Dian Amalia membeberkan bahwa Nofalia dan Malinda Dee sempat mengajak kedua kliennya bertemu langsung dengan sejumlah figur penting yang belakangan menduduki posisi strategis di Badan Gizi Nasional (BGN), salah satunya adalah Lodewyk Pusung. Kendati demikian, Nofalia secara tegas membantah tudingan tersebut dan mengklaim bahwa para penggugat menemui sendiri pihak BGN tanpa perantara dirinya.
Keterlibatan Malinda Dee dalam kasus ini langsung memantik ingatan publik pada skandal perbankan premium belasan tahun lalu. Pemilik nama asli Inong Malinda ini merupakan mantan Relationship Manager Wealth Management Citibank Indonesia yang divonis 8 tahun penjara dan denda Rp10 miliar oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Maret 2012.
Kala itu, Malinda terbukti secara berulang melakukan 117 transaksi ilegal dan mencuci uang nasabah kakap senilai Rp27,3 miliar dan US$2,08 juta sepanjang periode 2007-2011 dengan modus pemalsuan tanda tangan transfer ke rekening nomine kerabatnya.
Babak Baru di Ranah Pidana Polda Metro Jaya
Tidak ingin hak perdata ekologinya hilang, Elfi dan Andrew telah resmi membawa perselisihan ini ke jalur hukum pidana khusus melalui laporan resmi ke Polda Metro Jaya sejak Januari 2026. Mereka menduga kuat adanya persekongkolan jahat, penipuan, dan penggelapan yang dilakukan secara terstruktur oleh Nofalia, Heikal Safar, dan Malinda Dee terhadap para investor hilir.
Pihak kepolisian kini tengah mendalami dokumen perjanjian investasi, keabsahan lembar SPK kementerian yang digunakan sebagai alat pemicu ketertarikan investor, serta melacak aliran dana Rp12 miliar tersebut. Jika terbukti ada unsur pidana murni, skandal pembiaran proyek MBG lewat jalur swasta ini berpotensi mengembalikan Malinda Dee dan kolega bisnisnya ke balik jeruji besi atas dugaan pelanggaran Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan regulasi pencucian uang nasional.
