Karpet Merah Biro Jasa: Bareskrim Bidik 15 Perusahaan Sponsor Sandiwara Visa Judi Online
Para makelar dokumen ini diduga kuat menabrak serangkaian prosedur hukum keimigrasian demi memuluskan gelombang kedatangan pekerja gelap lintas negara.
Daftar Isi
Operasi pembersihan sarang judi online (judol) internasional di Hayam Wuruk Tower Plaza, Jakarta Barat, memasuki babak baru yang krusial. Setelah mengamankan ratusan ekspatriat operator judi, Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri kini resmi mengalihkan moncong bidikan ke hulu korporasi: 15 perusahaan biro jasa penjamin yang dituding menjadi “arsitek” di balik manipulasi visa dan izin tinggal para sindikat asing tersebut.
Sebagaimana dilaporkan Tempo.co, para makelar dokumen ini diduga kuat menabrak serangkaian prosedur hukum keimigrasian demi memuluskan gelombang kedatangan pekerja gelap lintas negara. Menariknya, skandal pelesiran visa ini disinyalir tidak hanya melibatkan tindak pidana siber, melainkan juga bersinggungan langsung dengan pusaran korupsi kakap yang tengah diendus oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Gurita 145 Situs dan Jejak Penggeledahan KPK
Skala operasi sindikat ini terbukti jauh lebih masif dari perkiraan awal petugas. Dari hasil pengembangan digital forensik pasca-penggerebekan di lantai 20 dan 21 menara tersebut, penyidik menemukan bahwa jaringan ini mengendalikan sedikitnya 145 domain situs judi online aktif, melonjak drastis dari temuan awal yang hanya mendeteksi 75 situs.
Di sisi lain, aroma konspirasi di sektor perizinan semakin menyengat setelah KPK terdeteksi mulai mengobrak-abrik salah satu kantor biro jasa terkait. Dua korporasi yang kini statusnya di ujung tanduk antara lain:
- PT Klitz Tour and Travel (Kelapa Gading, Jakarta Utara): Kantor perusahaan ini kedapatan langsung digeledah oleh tim penyidik KPK pada pertengahan Juni 2026.
- PT 1688 Prima (Taman Sari, Jakarta Barat): Manajemen operasionalnya mengakui kerap mengurus berkas keimigrasian para WNA bermasalah tersebut, namun membantah terlibat dalam operasional perjudian.
Anatomi Tersangka: Milisi Siber Asing dan Kaki Tangan Lokal
Dari total 321 WNA yang diperiksa secara maraton, Bareskrim Polri telah resmi menaikkan status 287 ekspatriat menjadi tersangka. Mereka berperan dalam infrastruktur digital mulai dari programmer, layanan pelanggan (customer service), hingga admin keuangan:
[Komposisi Korps Operator Asing - 287 Tersangka]
├── Vietnam : 185 Tersangka
├── Cina : 76 Tersangka
├── Myanmar : 15 Tersangka
├── Thailand : 6 Tersangka
├── Laos : 3 Tersangka
└── Malaysia : 2 Tersangka
Pelarian sang otak pelaku, seorang warga negara Cina bernama Lio Hongyu alias Leo, yang kabur ke luar negeri sesaat setelah penggerebekan, kini meninggalkan empat kaki tangan lokal (WNI) untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum:
MAP (Admin Keuangan Utama) Ditangkap langsung di lokasi kejadian; bertindak sebagai jembatan komunikasi utama dan pengatur arus kas langsung ke komando Leo.
DFA & DA (Fasilitator Logistik & Kripto) Berperan menyuplai rekening penampung, mengurus konversi cuci uang ke aset kripto, sekaligus membantu DA mengorganisasi izin tinggal di lapangan.
BT (Makelar Properti) Aktor yang memfasilitasi dan mengamankan kontrak sewa dua lantai strategis di Hayam Wuruk Tower Plaza sebagai markas komando sindikat.
Kolaborasi Lintas Sektoral Menembus Tembok Imigrasi
Langkah Bareskrim menguliti 15 perusahaan sponsor ini dipastikan akan menggandeng Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Koordinasi ini bertujuan untuk membongkar celah birokrasi yang dimanfaatkan para agen biro jasa untuk menerbitkan izin tinggal formal bagi para pekerja ilegal.
Kepolisian menegaskan, pengusutan tidak akan berhenti pada level operator di monitor komputer. Penindakan tegas terhadap korporasi lokal yang bertindak sebagai “pelindung administratif” adalah harga mati demi memutus rantai pasok ekosistem judi online internasional di tanah air.
