Brankas Rahasia di Balik Lemari Kafe: Polisi Sasar Delapan Titik Kasus Mega Korupsi Asabri dan Krakatau Steel
Aksi penegakan hukum ini berkaitan erat dengan penanganan perkara korupsi serta tindak pidana pencucian uang (TPPU) di PT Asabri, PT Krakatau Steel, dan korupsi pasokan batu bara Sumatra.
JAKARTA, Nalarhukum.id — Sinergi penegakan hukum dalam pemberantasan kasus rasuah skala besar di Indonesia kembali menunjukkan taji di lapangan.
Kali ini, tim penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Kepolisian RI (Kortastipidkor Polri) berkolaborasi dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menggelar operasi penggeledahan maraton.
Dikutip dari Tempo, rangkaian pengisian dan penggeledahan pada Rabu (8/7/2026) tersebut menyasar delapan lokasi strategis yang tersebar di beberapa wilayah.
Selain mengobrak-abrik Cafe de’Clan Signature yang berlokasi di jalan Cilandak Tengah, Cipete, Jakarta Selatan, aparat juga menyisir sebuah gerai money changer di Mal Pacific Place.
Langkah ofensif hukum tersebut kemudian melebar ke beberapa rumah pribadi yang berada di kawasan elite Kuningan, Sudirman, hingga area Bogor.
Kepala Kortastipidkor Polri, Inspektur Jenderal Totok Suharyanto, menegaskan bahwa operasi penindakan ini merupakan bagian dari skema join investigasi (investigasi bersama).
Langkah taktis gabungan tersebut secara khusus membidik tiga perkara kakap yang sedang berjalan.
Ketiga kluster perkara itu meliputi tindak pidana pencucian uang (TPPU) serta suap dalam kasus PT Asabri, dugaan korupsi internal PT Krakatau Steel, hingga skandal korupsi pasokan batu bara yang sempat memicu pemadaman listrik massal (blackout) di wilayah Sumatra.
Meskipun kepolisian menyatakan belum menetapkan satu pun nama tersangka resmi dalam pusaran kasus ini, tim penyidik telah berhasil mengamankan sejumlah barang bukti material yang bernilai sangat besar.
Saat menggeledah Cafe de’Clan Signature, petugas dikejutkan dengan temuan sebuah brankas rahasia setinggi dua meter di lantai dua bangunan kafe tersebut.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto, menjelaskan bahwa brankas rahasia tersebut sengaja diletakkan terselubung di balik sebuah lemari pakaian.
Di dalam brankas besar itu, polisi menemukan tumpukan uang tunai dalam pecahan mata uang dolar Singapura dan dolar Amerika Serikat, lengkap bersama dokumen penting lainnya.
Sejauh ini, otoritas kepolisian masih terus melakukan penghitungan secara rinci untuk memastikan jumlah total dari tumpukan uang asing yang disita tersebut.
Kendati demikian, pihak Polda Metro Jaya tidak menampik kemungkinan adanya pengembangan wilayah penggeledahan ke lokasi-lokasi baru seiring dengan penemuan petunjuk di lapangan.
